Semangat Fokus Sukses


Sabtu, 02 April 2016

DASAR DASAR ILMU PENDIDIKAN ISLAM



I.              PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manusia hidup di dunia ini dalam keadaan buta, buta mata karena meski terlihat dia membuka mata tapi tidak sama sekali faham apa yang terjadi dengan kenyataan hidup ini, dengan itu kebutaan manusia di latih untuk bisa melihat dan tahu dari mana, apa dan bagaimana sebenarnya kenyataan hidup ini, untuk bisa mengetahui hakekat hidup yang sebenarnya manusia membutukan banyak pengarahan, pendidikan mulai dari lahir sampai dia mati karena pendidikan dalam kehidupan itu tidaklah ada batasnya, maka dari itu pendidikan itu penting, untuk mengetahui apa tujuan dan akan kemana nanti setelah hidup ini berakhir.
Dalam berpendidikan manusia tidaklah langsung bisa menangkap apa itu pendidikan yang sebenarnya tapi masih membutuhkan banyak sistem, teori, dan berbagai banyak macam sarana penting lainya dalam menuntaskan makna pendidikan dalan kehidupan, dalam berbagai pendidikan yang ada pastilah mempunyai kurikulum tersendiri untuk bisa mengetahui rancangan seperti apa pendidikan yang akan di ajarkan dalam pendidikan itu, dan untuk mempermudah rancangan itu maka di perlukannya sebuah alat atau media agar nantinya tidak hanya tinggal teori dalam menjalankan berbagai keinginan dalam dunia pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pandangan Islam terhadap manusia?
2.      Apa pengertian pendidikan islam?
3.      Apa saja sumber-sumber pendidikan islam?







II.           PEMBAHASAN
1.      Pandangan Islam terhadap manusia
A.    Manusia sebagai makhluk yang mulia
Manusia diciptakan oleh Allah sebagai penerima dan pelaksana ajaran. Oleh karena itu ditempatkan pada kedudukan yang mulia.
Untuk mempertahankan kedudukannya yang mulia dan bentuk pribadi itu Allah melengkapinya dengan akal dan perasaan yang memungkinkannya menerima dan mengembangkan ilmu pengetahuan, dan membudayakan ilmu yang dimilikinya.
B.     Manusia sebagai khalifah di bumi
Menurut Islam manusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi. Setelah bumi diciptakan, Allah memandang bahwa bumi perlu didiami, diurus dan diolah. Untuk itu, Ia menciptakan manusia yang diserahi tugas dan jabatan khalifah. Kemampuan bertugas ini adalah suatu anugerah Allah dan sekaligus merupakan amanat yang dibimbing dengan suatu ajaran, yang pelaksanaannya merupakan tanggung jawab manusia yang bernama khalifah itu.
Allah menciptakan bumi dalam keadaan seimbang dan serasi. Keteraturan alam dan kehidupan ini, dibebankan kepada manusia untuk memelihara dan mengembangkannya demi kesejahteraan hidup mereka sendiri. Tugas itu dimulai oleh manusia dari dirinya sendiri, kemudian isteri dan anak serta keluarganya, tetangga dan lingkungannya, masyarakat dan bangsanya. Untuk itu harus mendidik diri dan anaknya serta membina kehidupan keluarga dan rumah tangganya sesuai dengan ajaran Islam. Ia harus memlihara lingkungan dan masyarakatnya, mengembangkan dan mempertinggi mutu kehidupan bersama, kehidupan bangsa dan negara. Itulah tugas khalifah Allah dalam mengurus dan memelihara alam semesta itu.[1]
C.     Manusia sebagai makhluk yang dapat dididik dan dapat mendidik
Sebagai khalifah dimuka bumi yang harus mengelola kekayaan yang terkandung didalamnya, manusia telah diberi kelengkapan-kelengkapan dasar (potensi dasar) yang dapat dibina dan dikembangkan sejauh mungkin melalui proses belajar mengajar. Kemampuan dasar itu disebut fitrah. Didalam kerangka fitrah itu terdapat komponen-komponen psikologis yang saling memperkokoh dalam proses perkembangan menuju kearah kapasitas yang optimal. Dan diantara komponen fitrah itu adalah potensi untuk beragama Islam, potensi intelektual yang menjadi dasar berfikir kreatif, dan potensi untuk hidup bermasyarakat serta potensi nafsu yang bersifat menggerakkan. Juga potensi dasar untuk berkembang dan sebagainya
Demikianlah pandangan Islam tentang manusia sebagai makhluk yang belajar dan makhluk yang mengajar. Dengan dorongan kemampuan masing-masing individu yang berbeda-beda, proses belajar mengajar dapat berlangsung sejak lahir sampai ke liang lahat.
2.      Pengertian Pendidikan Islam
A.    Beberapa Istilah
1.      Ta’dib artinya membuat agar menjadi beradab.
Istilah ta’dib semula berasal dari kesopanan dalam jamuan makan, akhirnya setiap kegiatan yang bermaksud menjadikan sopan dinamakan ta’dib.
2.      Ilzam artinya terus menerus yaitu dengan tidak ada putus-putusnya.
Pendidikan yang diberikan kepada anak sebaiknya dilaksanakan secara terus-menerus atau dengan tidak ada putus-putusnya. Pendidikan demikianlah yang membawa anak didik tumbuh secara normal.
3.      Tahzib artinya membersihkan.
Maksudnya membersihkan anak dari segala kotoran pada diri anak membawa dua kemungkinan yaitu kebaikan dan ketidakbaikan.
4.      Ta’lim artinya pengaaran.[2]
Maksudnya pemberian atau penyampaian pengetahuan dari seseorang kepada orang lain agar menjadi pandai berwawasan luas dan lain-lain.
5.      Tarbiyah artinya mendidik.
Yang dimaksud dengan tarbiyah ialah proses persiapan dan pengasuhan pada fase pertama pertumbuhan manusia, atau menurut istilah yang kita gunakan dewasa ini ialah pada fase bayi dan kanak-kanak.
B.     Pengertian pendidikan islam
Menurut Drs. Ahmad D. Marimba pendidikan islam yaitu bimbingan jasmani, rokhani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian yang utama menurut ukuran-ukuran Islam.
Menurut Drs. Burlian Somad pendidikan islam ialah pendidikan yang bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang bercorak diri berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya untuk mewujudkan tujuan itu adalah ajaran Allah.
Sedangkan menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung pendidikan islam ialah pendidikan yang mempunyai 4 macam fungsi yaitu.
1.      Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang.
2.      Memindahkan ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan peranan-peranan tersebut  dari generasi tua ke generasi muda.
3.      Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan untuk memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradaban.
4.      Mendidik agar anak dapat beramal di dunia ini untuk memetik hasilnya di akhirat.
Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan islam adalah bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim.[3]
C.     Karakteristik pendidikan islam
1.      Pendidikan islam selalu mempertimbangkan dua sisi kehidupan duniawi dan ukhrowi dalam setiap langkah dan geraknya.
2.      Pendidikan islam merujuk kepada aturan-aturan sudah pasti.
3.      Pendidikan islam bermisikan pembentukan akhlakul karimah.
4.      Pendidikan islam diyakini sebagai tugas yang suci.
5.      Pendidikan islam bermotifkan ibadat.
D.    Fungsi pendidikan islam
1.      Menumbuhkan dan memelihara keimanan.
2.      Membina dan menumbuhkan akhlak mulia.
3.      Membina dan meluruskan ibadat.
4.      Menggairahkan amal dan melaksanakan ibadat.
5.      Mempertebal rasa dan sikap keberagamaan serta mempertinggi solidaritas sosial.
3.      Sumber-Sumber Pendidikan Islam
A.    Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah Firman Allah yang mengandung perintah dan larangan, janji dan ancaman dan lain-lain yang kesemuanya itu harus dilaksanakan manusia untuk kepentingan manusia sendiri. Orang-orang yang taat mengikuti perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya akan dicintai oleh-Nya, karena mereka selalu mematuhi-Nya selanjutnya mereka akan diberi pahala dengan ganjaran yang sangat besar yaitu surga. Sebaliknya mereka yang tidak patuh terhadap perintah dan larangan-Nya akan dibenci-Nya karena itu mereka akan diberikan balasan sesuai dengan amal perbuatannya yaitu siksa.
Al-Qur’an secara garis besar berisi dua prinsip besar yaitu yang berhubungan dengan masalah keimanan yang disebut akidah dan yang berhubungan dengan amal yang disebut syariah.
B.     As-Sunah
As-Sunah ialah perkataan, perbuatan, ataupun ketetapan dari Nabi Muhammad. As-Sunah merupakan penjelasan Al-Qur’an , karena Al-Qur’an umumnya hanya menjelaskan ketentuan-ketentuan secara garis besar.  As-Sunah adalah petunjuk hidup manusia dalam segala aspeknya agar tumbuh secara wajar dan taqwa kepada Allah. Ada  faktor kenapa umat Islam diharuskan mengikuti Sunah Rasul ini yaitu:
1.      Sebagai Nabi dan utusan Tuhan, Nabi Muhammad merupakan orang yang paling tahu tentang agama yang dibawanya (Islam), dan paling sempurna dalam hal mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam.
2.      Seorang Islam selain diharuskan untuk taat kepada Allah, juga harus patuh dan mengikuti jejak langkah orang yang menjadi nabi dan utusannya yaitu Nabi Muhammad.
3.      Dalam kenyataannya pribadi Nabi Muhammad adalah sangat mulia dan disebut insan Kamil artinya manusia sempurna.
C.     Perilaku dan pemdapat para sahabat atau para ulama dibidang pendidikan islam
Berdasarkan ayat Al-Qur’an Surat An-Nisa’ ayat 58 sebagaimana tersebut diatas dapat disimpulkan pula bahwa para pemimpin yang dalam ayat Al-Qur’an diistilahkan (Ulili Amri) harus ditaati. Maka mereka juga dapat menjadi sumber bagi penyelenggaraan pendidikan.
Sudah barang tentu yang dimaksud dengan pemimpin atau ulama tersebut diatas yaitu para pemimpin yang mempunyai karya dan pemikiran-pemikiran tentang pendidikan islam.
D.    Ijtihad
Ijtihad menurut bahasa ialah bekerja dengan sungguh-sungguh dalam suatu perbuatan. Lafadz ijtihad tidak digunakan kecuali terhadap perbuatan yang harus dilakukan dengan susah payah. Menurut istilah, ijtihad adalah menggunakan segala kesungguhan untuk menetap dan hukum-hukum syara’. Tentu saja ijtihad ini digunakan untuk menetapkan/menentukan sesuatu hukum syariat Islam yang ternyata belum ditegaskan didalam Al-Qur’an dan As-Sunah. Disamping itu, ijtihad juga digunakan untuk seluruh aspek kehidupan umat manusia termasuk aspek pendidikan. [4]

III.        KESIMPULAN
Ada tiga pandangan Islam terhadap manusia yaitu: Manusia sebagai makhluk yang mulia, manusia sebagai khalifah di bumi dan manusia sebagai makhluk yang dapat dididik dan dapat mendidik. Lalu, pengertian pendidikan islam adalah bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim. Dan ada empat sumber-sumber pendidikan islam yaitu, Al-Qur’an, As-Sunah, Perilaku dan pemdapat para sahabat atau para ulama dibidang pendidikan islam dan yang terakhir Ijtihad.



DAFTAR PUSTAKA
Uhbiyati, Nur. 2013. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Isla. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.



[1] Nur Uhbiyati, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Islam, ((Semarang: PT.Pustaka Rizki Putra, 2013), hlm. 1-8.
[2] Nur Uhbiyati, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Islam, ((Semarang: PT.Pustaka Rizki Putra, 2013), hlm. 9-14.

[3] Nur Uhbiyati, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Islam, ((Semarang: PT.Pustaka Rizki Putra, 2013), hlm. 15-18.

[4] Nur Uhbiyati, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Islam, ((Semarang: PT.Pustaka Rizki Putra, 2013), hlm. 19-29.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar